Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Bahlil Isyaratkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Bahlil Isyaratkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Liputan6Liputan62026/10/21 14:42
Oleh:Liputan6
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rencana untuk menghentikan ekspor gas ke negara tetangga. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Bahlil tidak secara spesifik menyebutkan negara tetangga mana yang dimaksud. Namun, ia berencana untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara lain demi memastikan kebutuhan energi dalam negeri terpenuhi.

“Saya juga mungkin memikirkan untuk gas tidak diperpanjang ekspornya ke negara tetangga. Karena kita kan harus survival, harus memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ia mengungkapkan rencana tersebut untuk menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi Indonesia yang harus bertahan (survival). Berkaitan dengan hal itu, ia menilai perlu adanya upaya efisiensi dan perlindungan sumber daya energi nasional.

“Ya memang kita harus survival. Kita sebagai pejabat negara, dan Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, tentu apa yang disampaikan beliau harus mampu dijabarkan oleh semua kementerian dalam bentuk implementasi program menuju survival. Jadi kalau negara lain punya pandangan berbeda mengenai kita, tentu harus hati-hati,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna menegaskan bahwa banyak negara saat ini berada dalam kondisi survival.

“Kita sekarang berada dalam kondisi harus survival. Kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita, sumber daya alam kita,” ungkap Presiden.

 

Banyak Negara Alami Kondisi Serupa

Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna dua tahun pemerintahan di Istana (Foto: Lizsa/Liputan6.com)

Kepala Negara mengibaratkan kekayaan alam selayaknya darah dalam tubuh manusia. Ketika darah itu bocor, tubuh tidak akan selamat. Hal serupa berlaku bagi kekayaan alam yang terus dikirim ke luar negeri tanpa memperhitungkan kebutuhan nasional.

“Kita berada dalam kondisi harus survive. Dan ini tidak hanya terjadi pada kita, banyak negara di dunia sekarang mengalami hal serupa. Dalam keadaan survival, yang utama adalah kepentingan nasional dan kepentingan rakyat,” tegas Presiden Prabowo.

“Karena itu, Saudara-saudara, sudah berkali-kali saya sampaikan baik di hadapan umum maupun internal, bahwa garis politik luar negeri yang kita jalankan adalah tradisi warisan para pendiri bangsa. Yaitu kita ingin menghormati semua negara dan seluruh kekuatan besar,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!