Mengutip data Google Finance saat dipantau pukul 14.50 WIB, dolar Singapura terhadap rupiah naik 0,59% menjadi 14.126. Pada perdagangan hari ini, dolar Singapura sempat sentuh level terendah 14.050.
Secara year to date (ytd), dolar Singapura cenderung menguat terhadap rupiah. Dolar Singapura melambung 8,91%. Sepanjang 2026 ini, dolar Singapura terhadap rupiah sempat sentuh level terendah di 12.840 pada 25 Maret 2026, dan level terkuat dolar Singapura di 14.126 pada 21 Oktober 2026.
Advertisement
Mengutip Channel News Asia, dolar AS berada di dekat level terendah dalam tiga minggu pada Rabu, seiring para pedagang mencermati perkembangan di Timur Tengah. Konflik yang terjadi meningkatkan daya tarik mata uang tersebut sebagai aset aman (safe haven) di tengah kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh harga minyak.
Dolar Australia mencapai level tertinggi dalam tiga minggu terhadap dolar AS. Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia, Andrew Hauser, dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Citi, menyatakan prospek inflasi terlihat "jauh lebih buruk."
Dolar Australia naik 0,2% menjadi US$ 0,70155 pada pukul 05.25 GMT, setelah sempat menyentuh US$ 0,70289, level tertinggi sejak 29 September.
Indeks dolar AS, yang mengukur nilai mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama lainnya, stabil di angka 101,79 setelah turun 0,2 persen pada Selasa dan sempat menyentuh level terendah di 101,50 posisi terendah sejak 1 Oktober.
Para investor beralih ke dolar AS di tengah volatilitas pasar yang dipicu oleh konflik antara AS-Israel dengan Iran, yang sebagian didorong oleh kemandirian energi yang dimiliki AS.
Harga minyak bergerak mendekati level tertinggi dalam lima bulan seiring respons pasar terhadap laporan media Iran yang menyebutkan Teheran telah menyampaikan kepada kepala angkatan darat Pakistan tidak akan ada pembicaraan dengan Washington sampai tuntutan mereka dipenuhi. Belum ada konfirmasi resmi mengenai laporan tersebut.
Dolar AS Berada di Bawah Tekanan
Dolar AS juga berada di bawah tekanan seiring dengan penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) bulan ini.
Di sisi lain, permintaan terhadap aset-aset aman (safe haven) mulai berkurang, tercermin dari kinerja kuat Wall Street semalam, yang didorong oleh dimulainya musim laporan laba perusahaan teknologi termasuk hasil kinerja SpaceX. Indeks Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Selatan juga mencatatkan kenaikan pada Rabu.
"Mengingat sentimen pasar ekuitas dan prospek pertumbuhan sangat bergantung pada kinerja perusahaan-perusahaan teknologi besar, hasil laporan laba mereka dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dolar AS," ujar Ekonom dan Ahli Strategi Mata Uang di Commonwealth Bank of Australia, dalam catatannya kepada klien, Carol Kong.
Di tengah kinerja yang "beragam" di antara aset-aset aman tradisional tahun ini, "dolar AS tampil sebagai yang paling menonjol," ia menambahkan.
"Permintaan terhadap USD sebagai aset aman (safe haven) kemungkinan akan mereda setelah konflik di Timur Tengah berakhir dan harga energi turun. Namun, kami memperkirakan USD akan cenderung menguat secara moderat dalam beberapa bulan mendatang seiring dengan meningkatnya arus masuk modal asing ke pasar AS,” kata dia.
Advertisement
Pelaku Pasar Waspada terhadap Euro
Nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang terpantau stabil di 158,16 yen, sementara terhadap euro, dolar AS menguat tipis ke level US$ 1,1224, dan terhadap poundsterling berada di posisi US$ 1,33735.
Para pelaku pasar tetap bersikap waspada terhadap euro di tengah meluasnya aksi protes anti-pemerintah di Prancis serta kondisi fiskal negara tersebut yang kian memburuk.
Pemerintah Prancis menyatakan pada Selasa, mereka akan mengerahkan pasukan militer untuk memperkuat kepolisian dan menjalankan operasi keamanan berskala besar guna mengantisipasi aksi protes lanjutan yang dijadwalkan pada Sabtu. Langkah ini diambil setelah pemerintah mengakui adanya kegagalan dalam merespons tindak kekerasan yang terjadi akhir pekan lalu.
Di jajaran bank sentral, Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank of Japan akan mengumumkan keputusan kebijakan mereka secara berturut-turut mulai Rabu depan. Para pelaku pasar tidak mengantisipasi adanya perubahan suku bunga dalam pertemuan-pertemuan tersebut.
Reserve Bank of New Zealand dan Bank of Canada juga akan menetapkan kebijakan pada hari yang sama dengan Federal Reserve; pasar memperkirakan kedua bank sentral tersebut akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25%.
Dolar Selandia Baru melemah 0,2% menjadi 0,5675 pada Rabu, sementara dolar Kanada tetap stabil di level 1,4064.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6



