Negara mana yang telah menghabiskan kapasitas fiskalnya?
Perubahan Perspektif terhadap Kebijakan Fiskal
Sebelum pandemi COVID-19, inflasi tetap rendah secara konsisten, sehingga memunculkan keyakinan bahwa bank sentral dapat mempertahankan suku bunga rendah tanpa batas waktu. Asumsi ini membuat banyak pemerintah menumpuk utang dalam jumlah lebih tinggi, dengan keyakinan bahwa biaya bunga akan tetap dapat dikelola. Modern Monetary Theory merupakan contoh paling jelas dari pola pikir ini, namun pengaruhnya telah membentuk strategi fiskal secara lebih luas. Akibatnya, defisit anggaran meningkat di berbagai negara sejak pandemi, meskipun pandemi telah usai. Kebebasan membelanjakan anggaran yang dianggap tersedia berbenturan dengan lonjakan inflasi dan peningkatan permintaan pengeluaran pasca COVID-19.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Bank Sentral Inggris mempertahankan suku bunga tidak berubah, pengurangan neraca keuangan dilakukan lebih agresif dari yang diperkirakan
Bank Sentral Inggris pada hari Kamis mengumumkan mempertahankan suku bunga acuan di 3,75% sesuai dengan ekspektasi pasar secara umum.
Lebih penting daripada keputusan suku bunga! Investor obligasi fokus pada rencana QT Bank Sentral Inggris
Bagi para investor obligasi, mereka lebih memperhatikan rencana pengetatan kuantitatif (QT) Bank Sentral Inggris selama setahun ke depan, daripada keputusan suku bunga pada hari Kamis.
