Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Industri Terapkan Teknologi Penangkap Karbon, Insentif Disiapkan

Industri Terapkan Teknologi Penangkap Karbon, Insentif Disiapkan

Liputan6Liputan62026/10/18 01:03
Oleh:Liputan6
Ilustrasi emisi karbon (unsplash)

Liputan6.com, Jakarta -
Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) juga menyiapkan peta jalan dekarbonisasi untuk sembilan subsektor manufaktur, yakni semen, pupuk amonia, logam, pulp dan kertas, kimia, tekstil, keramik dan kaca, makanan dan minuman, serta otomotif. Pemerintah menargetkan sektor manufaktur mencapai emisi nol bersih (net zero emission/NZE) pada 2050, lebih cepat satu dekade dibandingkan target nasional 2060.

Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, dekarbonisasi industri dapat membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat daya saing ekspor Indonesia.

“Dekarbonisasi industri bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang bagi Indonesia menjadi pemimpin regional industri rendah karbon,” ujar Fabby dikutip Minggu, (18/10/2026).

Fabby menyebut emisi sektor industri mencapai sekitar 382 juta ton CO₂ pada 2023 atau 32,9% dari emisi nasional. Ia juga memperkirakan potensi kewajiban karbon produk Indonesia mencapai US$ 208,1 juta dan dapat meningkat menjadi US$ 288,4 juta apabila cakupan kebijakan diperluas.

Tekanan terhadap industri nasional juga meningkat seiring penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa pada 2026, yang mengenakan kewajiban karbon terhadap produk tertentu berdasarkan emisi yang terkandung di dalamnya.

Untuk membantu industri membiayai transisi hijau, pemerintah mengembangkan Green Industry Service Company (GISCO), sebuah ekosistem yang menghubungkan pelaku industri, penyedia teknologi, dan lembaga keuangan.

Mantan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan skema tersebut dirancang untuk membuka akses pembiayaan berbiaya rendah bagi investasi industri hijau.

“GISCO ini adalah jembatan antara lembaga pembiayaan, penyedia teknologi, dan pelaku industri sebagai upaya transformasi industri hijau dengan pembiayaan murah,” ujar Agus.

 

Teknologi Penangkap Karbon

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mendorong penerapan teknologi penangkap dan pemanfaatan karbon (Carbon Capture and Utilization/CCU) yang mampu menekan emisi karbon dioksida hingga lebih dari 95%. Pemerintah tengah menyiapkan skema insentif bagi industri yang menerapkan teknologi tersebut, termasuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.

Uji coba teknologi CCU di PT Petrokimia Gresik menunjukkan penurunan emisi karbon dioksida lebih dari 95% selama enam bulan pengujian pada 2025, berdasarkan hasil verifikasi Sucofindo. Teknologi tersebut juga berpotensi menghasilkan soda abu untuk menggantikan produk impor.

“Ternyata ada teknologi dari Jepang, juga dari Taiwan dan sebagainya, yang dipakai di Petrokimia Gresik,” ujar Hashim di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hashim menilai teknologi penangkap karbon dapat membantu industri mengurangi emisi tanpa harus menghentikan operasionalnya. Pemerintah juga melihat peluang penerapan teknologi tersebut pada PLTU batu bara untuk menekan emisi sekaligus mempertahankan pasokan listrik.

“Semua stasiun listrik, pembangkit listrik yang memakai batu bara bisa hidup terus-menerus,” katanya.

Teknologi CCU tersebut sebelumnya dikembangkan melalui proyek percontohan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama penyedia teknologi dari Jepang dan Taiwan.

Selain menekan emisi, teknologi itu berpotensi menghasilkan soda abu hingga 1 juta ton per tahun untuk menggantikan impor dan menambah pendapatan perusahaan sekitar US$ 200 juta atau Rp 3,6 triliun per tahun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!