Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Antrean BBM Mengular di Jember, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying

Antrean BBM Mengular di Jember, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying

Liputan6Liputan62026/10/17 03:24
Oleh:Liputan6
Antrean kendaraan untuk membeli BBM di sejumlah SPBU di Jember. (Liputan6.com/Hermawan)

 

Liputan6.com, Jember -
Kabupaten Jember kembali dihantam krisis pasokan Bahan Bakar Minyak ( BBM). Meski tak separah dua krisis terdahulu, gelombang antrean panjang kendaraan kembali mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU) di wilayah Jember.

Kelangkaan di tingkat eceran memaksa masyarakat berbondong-bondong memadati SPBU. Kondisi ini memukul langsung para pekerja lapangan, salah satunya pengemudi ojek online (ojol).

"Saya cari bensin di eceran ternyata sudah habis semua. Terpaksa antre panjang di SPBU, ini saja sudah lebih dari 40 menit," tutur Mahfud, seorang pengemudi ojol, Sabtu (17/10/2026).

Mahfud mengeluhkan produktivitasnya yang merosot tajam akibat durasi antrean tersebut.

"Memang harganya tidak naik, tapi waktu kita untuk kerja jadi tertunda. Sebagai penarik ojol, motor dan BBM itu urat nadi kami. Saya harap ini segera teratasi," tambahnya.

Menanggapi kepanikan warga, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus angkat bicara. Perusahaan menegaskan bahwa fenomena antrean ini bukan disebabkan oleh pengurangan kuota BBM, melainkan imbas penyesuaian pola distribusi akibat dinamika global.

 

Masalah Jadwal Kapal Tanker

Antrean kendaraan untuk membeli BBM di sejumlah SPBU di Jember. (Liputan6.com/Hermawan)

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik dunia memicu pergeseran jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal tanker yang membawa pasokan BBM.

"Saya tekankan tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusi terkait jadwal ketibaan kapal tanker akibat konflik geopolitik yang berkepanjangan," tegas Ahad.

Penyesuaian jadwal ini memicu efek domino pada pengiriman BBM dari Terminal BBM Tanjungwangi, Banyuwangi, terutama menuju kawasan selatan Jember yang jarak geografisnya relatif jauh.

Meski demikian, Pertamina menjamin stok nasional tetap berada di level aman dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari pembelian di pengecer tak resmi yang berpotensi mematok harga jauh lebih tinggi, serta cermat memilih informasi di media sosial agar tidak mudah terprovokasi isu kelangkaan mendasar.

Guna mencegah kemacetan parah di sekitar SPBU, Pertamina telah berkoordinasi langsung dengan pengelola SPBU serta Satlantas Polres Jember untuk mengatur arus kendaraan.

 

 

Kebijakan Work From Home

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Jember juga mengambil langkah responsif. Bupati Jember, Muhammad Fawait, resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember mulai Jumat (16/10/2026).

"Langkah ini kita ambil untuk menekan efisiensi mobilitas harian sekaligus mengurangi beban konsumsi BBM di tingkat daerah hingga jalur distribusi kembali pulih sepenuhnya," kata Muhammad Fawait.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!