Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Rupiah Tembus 18.000 Hari Ini 16 Oktober 2026

Rupiah Tembus 18.000 Hari Ini 16 Oktober 2026

Liputan6Liputan62026/10/16 02:06
Oleh:Liputan6
Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing, Jakarta (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta -
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertekan pada Jumat pagi, (16/10/2026). Rupiah tembus 18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Google saat dipantau pukul 08.45 WIB, posisi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.000. Jika melihat data Google, posisi dolar AS terhadap rupiah sempat menyentuh posisi 18.088 pada 5 Juni 2026. Angka ini level terendah rupiah pada 2026.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Kamis. Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sentimen global, terutama kenaikan inflasi AS yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ketat Federal Reserve (The Fed).

Di dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati langkah stabilisasi Bank Indonesia (BI) dan perkembangan konsumsi domestik.

Pada Kamis, 15 Oktober 2026, rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level 17.938 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi 17.903 per dolar AS.

Pelemahan juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Kurs JISDOR tercatat 17.948 per dolar AS, melemah dari posisi sebelumnya 17.898 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi upaya stabilisasi BI dan perkembangan fundamental ekonomi nasional.

Ia menilai kondisi konsumsi domestik masih relatif terjaga. Hal itu tercermin dari pertumbuhan penjualan eceran yang meningkat pada Agustus 2026.

“Penjualan eceran Agustus tumbuh 1,3 persen secara tahunan, meningkat dari 1,1 persen pada Juli, sementara penjualan eceran September diprakirakan tumbuh 1,4 persen,” ucapnya mengutip Antara.

Inflasi AS

Petugas menata mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meski konsumsi domestik menunjukkan ketahanan, pergerakan rupiah masih dipengaruhi dinamika arus modal asing dan kebutuhan valuta asing. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran dolar AS di pasar domestik.

Dari sisi eksternal, tekanan terhadap rupiah datang dari penguatan dolar AS setelah inflasi Amerika Serikat meningkat. Inflasi AS pada September 2026 tercatat 3,7 persen secara tahunan, naik dibandingkan 3,4 persen pada Agustus.

Kenaikan inflasi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Pasar juga mencermati kemungkinan bank sentral AS kembali menaikkan suku bunga.

Ekspektasi suku bunga tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar AS. Kondisi ini berpotensi mendorong aliran modal ke pasar AS dan membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

“Kondisi ini berpotensi mendorong aliran modal menuju aset berdenominasi dolar AS dan membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ungkap Amru.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!