Perdana Menteri Thailand memerintahkan pengetatan regulasi terkait perdagangan emas dan aset digital
BlockBeats melaporkan, pada 13 Januari, menurut The Nation Thailand, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul secara resmi telah meluncurkan operasi besar-besaran terhadap "dana abu-abu" dan aliran dana ilegal, dengan memerintahkan pengetatan regulasi terkait perdagangan emas dan aset digital. Di bidang aset digital, pemerintah akan secara ketat menerapkan "Travel Rule", yang mewajibkan identifikasi pengirim dan penerima pada setiap transfer wallet ke wallet, guna menghilangkan anonimitas.
Selain itu, Thailand juga akan mendirikan sebuah Data Bureau tingkat nasional, yang akan mengelola data keuangan secara terpusat, sehingga otoritas pengawas dapat melacak transaksi mencurigakan secara real-time.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Chip AI buatan Meta sendiri akan diterapkan pada paruh pertama tahun depan, bertujuan untuk menurunkan biaya dan mengurangi ketergantungan pada Nvidia.
Meta akan mulai menggunakan chip AI generasi ketiga yang dikembangkannya sendiri, MTIA 450, di pusat data pada paruh pertama tahun depan, sementara generasi keempat diperkirakan akan memasuki pusat data pada akhir tahun 2027. Dalam 12 bulan ke depan, komitmen Meta untuk distribusi chip buatannya sendiri telah melebihi setara konsumsi listrik 1 GW. Wakil Presiden Teknik Meta, Yee Jiun Song, menyatakan bahwa dibandingkan dengan produk yang saat ini dikirim oleh Nvidia, chip buatan sendiri memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan konsumsi energi yang lebih rendah saat menjalankan model AI.
Minyak mentah AS berbalik turun
